Posted by: nidnod | June 17, 2008

Crossroads of The World

Hari sabtu lalu saya dan seorang teman makan siang di Food Louver, Grand Indonesia. Rasa ingin tau saya membuncah (halah) ketika melongok ke arah dua lantai di atasnya. Yup, itulah area Crossroads of The World.

Ini adalah kali ketiga saya menginjakkan kaki di area Crossroads of The World (COTW). COTW sendiri adalah proyek prestisius hasil kerjasama Grand Indonesia dan Gary Goddard.

Wajah anda pasti sama dengan saya ketika mendengar nama itu untuk pertama kalinya. Sopo kuwi Gary Goddard? Kala itu saya merasa sangat kuper ketika teman saya, seorang Lighting Designer yang kantornya bermarkas di basement Grand Indonesia, berkata:
Teman : You have a meeting with Gary Goddard’s team?
Nidnod : Yup, who’s he?
Teman : You dunno who Gary Goddard is?? oh God, he’s very famous you know! Here, take a look at this book. Yoe see who he’s hugging?

Nidnod : Who, the man with glasses? looks familiar….
Teman : That’s Steven Spielberg! GG is the creator of Universal Studio Hollywood. He used to cooperate in Spielberg’s movie. Creator of many great Theme Parks. He’s also the writer, director and producer of Terminator. If you meet him, go and take a picture with him lah (
singlish accent). I took one my self (ujarnya bangga).

Hmm… Oke deh.

So basicly, lantai 3A dan 5 Grand Indonesia yang cukup luas itu terbagi menjadi 4 district dengan 4 nuansa lokasi dan budaya yang berbeda dari 4 penjuru dunia. Karena itu dia dinamakan Crossroads of The World. Persimpangan Dunia (eh, iya gak sih gitu terjemahannya hehe). Sebagian besar tenant yang berlokasi disini adalah retaurant atau tempat makan dan hang-out.
Keempat district itu adalah:

ENTERTAINMENT district

Theme : New York City, 1950-1960’s.
Style : Bidang geometris, perpaduan antara unsur
steel, lighting dan warna-warna cerah.

Kalau anda penggemar hal-hal yan berbau vintage dan retro seperti saya anda akan betah di distrik ini. Bayangkan setting film-film klasik jaman James Dean & Marilyn Monroe. Toko-toko dengan lightbox warna-warni seperti di Broadway. Hall yang ceiling dan kolomnya membuat kita serasa di subway New York dengan nuansa bronx-nya, lengkap dengan backsound kereta api bergerak mendekati kita. Di setiap sudut ruangan terdapat peraturan-peraturan unik seperti “No Smoking, No Spitting”, dll.
Point of interest : Rockefeller Center, dengan patung Prometheus-nya.
Kebetulan saat saya sedang disana, tiba-tiba lampu padam dan terdengar suara Frank Sinatra menyanyikan New York New York. Lho apa ini maksudnya. Tak lama kemudian muncullah tarian-tarian menakjubkan beraneka warna dari air mancur yang terletak di depan patung Prometheus itu. The Fountain Show!! Waaw… Walaupun kecil, tapi menurut saya ini adalah suatu hal yang sangat refreshing. Setidaknya kita gak usah jauh-jauh ke Singapore untuk menyaksikan Musical Fountain hehe.
Kalau anda sampai di Rockefeller Center ini, jangan lupa melongok ke arah ceiling. Anda akan melihat lukisan pemandangan NY’s skycrapers di malam hari. Sangat menakjubkan.

FASHION district

Theme : Moulin Rouge, Paris, 1890’s.
Style : Art Nouveau, ornamen2 organik seperti sulur-sulur daun dan bunga, patung-patung romawi, warna-warna mewah seperti creme,
gold, merah, dan hijau.
Point of interest : Red Windmil, lengkap dengan kolam air mancur khas eropa.

Moulin Rouge sendiri dalam bahasa perancis memang berarti red windmil atau kincir angin merah. Pada versi aslinya di Paris, Moulin Rouge merupakan tourist destination yang menawarkan “tarian musikal untuk orang dewasa” hehe.
Distrik ini sayangnya tidak menawarkan tarian seperti itu (hehe). Pernah nonton Moulin Rouge yang dibintangi oleh Nicole Kidman dan Ewan McGreggor? Kurang lebih seperti itulah nuansa yang ingin ditampilkan oleh Gary Goddard. Sangat klasik dan elegan. Ada banyak lampu indah dari bola-bola kristal. Anda akan berjalan di atas selasar yang dilapis oleh karpet merah tebal. Bahkan void yang ada bila anda ingin melongok ke lantai dasar pun dipenuhi pohon-pohon dan reiling jembatan, seolah-olah anda berada di tepi Sungai Seine.

GARDEN district

Theme : Zen, Japan.
Style :
Japanese garden, bamboo, kayu, kolam, pasir
Point of interest : Kids zone

Wahh, suasana di sini benar-benar bikin hati kita tenang dan damai. Suasana distrik ini remang-remang. Dari jauh terlihat hamparan lampu kecil seperti hamparan bintang yang tertanam di lantai. Iya bener, lantai. Taman dan kolam di mana-mana. Yang paling saya suka adalah area duduk tempat orang tua menunggu anaknya bermain di kids zone. Tempat duduk itu dibuat mengelilingi taman kering dari pasir putih dan berbagai tanaman hias. So peaceful, padahal bersebelahan dengan taman bermain anak-anak yang berisik banget. Dijamin pasti bengong kalo duduk di sana hehe.

MARKET district

Theme : Morocco, middle east market
Style : Ornamen-ornamen khas timur tengah,
mosaic, warna-warna teracotta, penggunaan
fabric (kain) dengan warna-warna cerah khas Timur Tengah.
Point of interest : The Tower

Distrik ini yang paling sarat akan ornamen. Begitu masuk saja kita sudah disambut dengan permainan kain aneka warna dengan lampu gantung antik bergaya arab pada langit-langit dan lantai mosaic yang tersusun dari keramik kotak kecil-kecil beraneka warna membentuk pola bunga. Warna-warna teracotta cenderung kepada warna tanah seperti merah, orange, coklat, kuning, dengan aksen warna hijau, biru dan ungu. Nuansanya sungguh seperti nuansa timur tengah yang saya bayangkan selama ini. Kalau anda lelah setelah berjalan dari Entertainment District, anda bisa beristirahat di kursi-kursi yang telah disediakan yang juga bergaya arab!

Sungguh, saya sangat takjub dan terinspirasi melihat ini semua. Takjub karena dulu saya hanya sempat melihat konsep, gambar kerja,maket dan tahap pembangunan awalnya saja. Terinspirasi melihat pemikiran dan cara kerja dua Art Drector utusan Gary Goddard itu memperhatikan setiap detail kecil dari design mereka, dan dapat membuat konsep serumit itu menjadi nyata. Gimana ya… maenannya aja sama Steven Spielberg hehehehehe. Ampuun.
Siapa saya? saya hanyalah seorang Signage Designer yang hampir, saya ulang… hampir, bekerja sama dengan mereka.
*Sigh….*

(maap, karena kamera hp saya gak oke, saya blm bisa upload foto2 COTW hehe harap maklum)


Responses

  1. wah.. garden distric looks fun ya.. bisa bengong lama disana..

    *ngiler*

  2. uh.. lupa nulisnya… minta picnya garden ditric dong.. at least saya bisa bengong bayangin tempatnya :p

  3. Disana ada tempat parkir buat Bemo gw ga?

  4. @ irdix:
    adduh…. coba saya edit dulu ya fotonya.
    Garden distrik gelap sih, jadinya fotonya gak oke. Yah namanya juga dari hp hehe…

    @ Supir Bemo:
    Mo, meskipun mobil lo merci 2 pintu juga dijamin gak bakalan boleh parkir di dalam mall lantai 5!

  5. langsung saja😆
    saya menuntut diajak ke tempat-tempat ini, jikalau seandainya suatu waktu saya sempat mampir di lippo karawaci…
    ya…!! ya..!! ya..!!😳

  6. jelek!

  7. @ Goop:
    Siaaaaap!!!

    @ Lia:
    Bwahahahahahahhahahaha… makanya urusin tuh thesis dan kolokium-mu!
    Banyak jadwal travelling menanti.

  8. wew… tergoda euy ingin mampir kesanah juga… kapan ya…..

  9. ah ga mau ke sana aah, pasti ngiri,😛

  10. @ Ichanx & Neng Fey:
    hayoo… monggo dicoba dulu main-main ke sana…
    Seru loh hehe.

  11. Sepertinya bagus yah. Tematic place. Cerita-cerita tempat di bandung dong

  12. 🙂

    HEEEY
    🙂

    CIAO

  13. Oooogh….tunggu sampe gue pulang ke jakarta!!! Gue paranin tuh Grand Indonesia….

    *masih harus berpuas diri dengan takashimaya & vivo city, hiks…*

  14. Eh neng… ngariung yuksss… aya kopdaran yeuh…

  15. pengen kesana…. *menatap sambil bertopang dagu*

  16. ko elo ga pernah ngajak gw ke sana..?

  17. waaaah sudah lama gak mampir ke blog sendiri hehehe…

    @ temukul:
    tempat di bandung? siaaap… eh, kok saya berasa jadi tukang dongeng anak-anak ya hehe.

    @ macchiato:
    G, maap ya belom sempet ngasi review buku kamu. Blog aja gak keurus gini. Soon… I promise.

    @ Erlia:
    Asyik, bawain oleh-oleh ya bu!

    @ Supir Bemo:
    Malu ah kopdar… gw kan blogger tidak kompeten dan tidak konsisten. Juni aja cuma posting 4 biji!

    @ Dimas:
    Hayu yuk, kesana.. ditemenin. Ajak mas deka juga ya. Suruh masku itu cabut dari Jogja hahaha.

    @ The Sunan:
    Pan lo gak suka ke Jkt! gmn sih…

  18. hmm, blom pernah juga nih ke grand indonesia..huhuhu jadi pengen setelah baca..
    salam kenal btw, i like ur blog..gw link yah!

  19. eh eh.. ck ck ck
    masih crossroad ajah…

    mari menulis woy!! hihihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: