Posted by: nidnod | June 23, 2007

How ‘Bout A Little Quiet Time?

Ssssssssssssstttttt….
Di jaman sekarang ini mana ada sih kita bisa ngucapin satu desisan tanpa arti tapi penuh makna seperti itu? Tanpa melewati batas dan privasi orang lain. Tanpa membuat orang merasa tersinggung…
In our daily lives we don’t make room for quiet. Disaat kita berada dalam keadaan sadar selalu ada aja suara yang melintas. People surely talk all the time. When we’re in the car, the radio is on. Traffic. When we’ re working, the sound is turned up on our computers so we can hear the funny email or audio messages. Di kostan pun meski kamar kita sudah sunyi tanpa suara tetep ada aja dibalik pintu ada orang lain butuh menyalurkan aspirasi entertain dan sosialisasinya.
Ada gak sih waktu sebentaaar aja kita bisa hidup tanpa hingar-bingar di sekeliling kita? Bayangkan kalau waktu diberhentikan untuk sesaat. Complete silence. complete mute. Only tranquility. Kalau biasanya saat sendiri di kamar otak kita teralihkan dengan alunan musik ataubacaan-bacaan gak penting,
maybe if time is stopped we have no other choice than to communicate with our self.
It feels like it has been a long long time ago since I asked my self what I really want in life. What is the most important thing in my life. What kind of thing(s) will make my life more valuable. Is it really the path of life I want to run. What should I do to make my life better and easier to live in. Did I make the right choice. Why can’t I control my emotion. Why did I choose comfort over challenge. Am I a good person or a bad one. Are my sins heavier than my merits. How my behavior influence others. What have I done ’till I become this present me. What should I do to become future me. What kind of guy that I’m looking for. What makes him so special. Which bad habit should I get rid of soon…
Memang sih kita gak usah se-ekstrim menghentikan waktu untuk berpikir hal-hal semacam itu. In order for us to choose quiet, we must first choose some other things. We must choose to slow down. We must choose to stop multi-tasking. We must choose to be introspective. We must choose to spend time by ourselves.
And the most important thing is…
Sometimes it takes our willingness to think and face the fact of our life.
Think about it,
how much time do you spend in quiet each day?

Responses

  1. ini adalah filsafat nid! Keren!
    senang rasanya membaca sebuah tulisan yang menggugah pemikiran-pemikiran kita.

    intinya adalah, we cannot not to communicate. Ini basic dari ilmu komunikasi. Hubungannya dengan diam? ya karena diam adalah komunikasi juga.

    aku percaya bahwa semua ciptaan-NYA bisa berkomunikasi. Binatang sudah jelas, tapi kenapa tidak dengan pohon, air, api dll? kenapa ada kisah pohon bisa berbicara, who knows?

    oke, kitapun tidak bisa diam dalam kesendirian. Otak kita adalah “mega milion chip intel core 2 duo” yang pernah ada! dia tidak akan bisa dihentikan meski kita sedang tidur sekalipun. Otak kita selalu berkomunikasi dengan segala tetek bengek dalam tubuh kita. perintah dan laksanakan!

    soul, spirit atau hati manusia juga tidak bisa sertamerta diam. Kita adalah buatan-NYA. kita akan selalu membutuhkan-NYA kapanpun dimanapun. kita akan selalu berkomunikasi. ber-transendental.

    wuiih nid, posting kali ini pol! hebat ya lu bisa kepikiran hal-hal kayak gini.. otak gw sampe mumet kalo mikir ini sampe dalem. Inget teks adalah kekuatan terbesar. Didalamnya kesimpen jutaan makna. terserah orang mau melihat dari sudut mana. Kalo gw sih dari sisi yang ini?

    hey hey berbalas komen dung!

  2. Wah Va, komentar lo harusnya dibikin blog sendiri tuh hehe..

    wah, filsafat?? Iya gitu?
    Gw sih gak pernah baca buku filsafat. Ketinggian buat otak gw hehehe…
    Kadang-kadang (ingat, kadang2 lho ya), orang2 nanya ke gw gimana caranya biar kita bisa brsikap lebih dewasa. Jawaban gw simpel. Communicate to your self.

    Hehehe ini nih postingan orang yg terlalu banyak mikir dan merenungi… hal-hal gak penting.

  3. Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Até mais.

  4. Maksud loh…?!

  5. membaca postingan blog yg satu ini membuat gw sejenak melupakan omongan gw yg ga bakal ngisi comment lagi🙂, let put it behind than take it back after i write this comment.
    postingan kali ini lumayan berbobot, gw sampe beberapa kali bacanya baru ngarti..

    when we feel alone, no other man to talk, no friends beside us..
    why we don’t try to communicate with a “Thing” who never sleep, never complaint, never demand…

    not only to try communicate with ourself, kata mas alvelva jg soul, spirit manusia tidak bisa diam, kita pasti membutuhkan jawaban dan komunikasi, tapi tidak semua jawaban itu bisa di dapat dari kita.
    kita pasti butuh petunjuk dari yang maha tahu segalanya.

    alangkah baiknya if we feel lonely even in the crowd, and we need an answer for all of the thing in this universe, just ask…

    1/3 malam yg terakhir adalah waktu yang baik, disaat dunia sedang terlelap, tenang dan sepinya malam membuat komunikasi itu lebih khusuk, lebih dapat dinikmati..

    dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (QS. al-Insan: 26)

  6. Aduh kalian ini komennya berat-berat amat seeh…

    Gw udah ngira kalo gw ngomong ttg “communicate with our self” people will corelate it religiously.

    I know we are all God’s creature so communicate to God is a must. But to me that’s a very very sensitive and private sense. Urusan masing-masing lah ya.

    Makanya gw gak mau ngebahas ke arah sana dan memilih bicara psychologically (meskipun gw ga tau apa2 ttg prinsip psikologi). Gampangnya mah,
    Kalau ada waktu luang dimana kita bisa berbicara dg diri kita sendiri, kenapa kita tidak mencoba untuk menggabungkan pengalaman masa lalu, kejadian hari ini, dan keinginan di masa depan dalam sebuah pemikiran.

    Pemikiran yang bisa membuat kita lebih mawas diri. Murni hasil diskusi diri kita dengan kita. Tanpa pengaruh faktor2 eksternal seperti alunan lagu yg membuat kita terlena lebih dalam lagi atau secercah provokasi dari orang lain…

    Is my thought that complicated?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: