Posted by: nidnod | May 8, 2007

Cinta…???

A good friend of mine once dared me to write something about love.

Love??

Wahh…. Berat.
Ini nih yang namanya satu kata berjuta makna. Gw tau apa ttg cinta?
Lagian berasa gak dipercaya gitu kalo seorang jomblo kaya gw ngomong soal cinta hehehe…


Masalahnya, definisi gw ttg cinta dan segala atribut yg melekat di dalamnya selalu berubah dari waktu ke waktu. Pengalaman di masa lalu, pertemuan dengan orang-orang baru, penyesuaian pemikiran dan karakter, berbagi cerita dan pengalaman ttg cinta dg orang lain membuat gw gak punya definisi yang jelas.

Dulu…
Dulu yang gw tau, cinta adalah pengorbanan.
Berbekal pedoman bahwa nobody’s perfect, gw merasa bahwa tiap masalah pasti ada solusinya. Gw selalu berusaha menyelami karakter pasangan gw sambil melakukan penyesuaian agar hubungan kita berjalan lebih seimbang no matter how hard and bitter it was for me. Karena gw pikir kalo gak ada yg mau ngalah ya it won’t work out for sure.

But back then it turned out to be a mistake. Twice.
I sacraficed way too much without proper feedback from my partner.

It is true that scrafices in some way are needed. Tapi udah gak bener kalau cuma sebelah pihak doang yang mau berkompromi. Gw sih bisa-bisa aja meminimalkan ego gw biar ritme kita sama dan jauh dari masalah.

Tapi kan gak bisa gitu terus…. Enak di dia gak enak di gw dong.
Emang gw pacaran sm tembok!

Dimana semangat cintanyaaaaaaa….?!!

Capek banget kalo cuma gw berjuang sendirian…

No wonder berat badan gw dulu gak pernah bisa lebih dari 41kg hehehe… (jangan tanya berat gw sekarang!!!)

Kemudian…
Berbekal pengalaman masa lalu, gw malah jadi sibuk sendiri untuk mendefinisikan hal-hal dan kriteria apa aja dari seorang pria yang harus gw hindari di kemudian hari.

Maksudnya biar gw gak perlu berkorban sebesar dulu sehingga hidup gw bisa lebih mudah dan gw bisa lebih menikmati indahnya cinta (halah, jijay bajay!).

Hal-hal kaya good sense of humour, good confidence, family person, kemampuan untuk sharing, mau berbaur dengan keluarga dan teman-teman gw, dll gitu deh… Di otak gw sih itu hal-hal yg simpel tp penting.

Tapi, ada temen gw bilang:
“…it’s way too detail, and it will took you a long time to find a guy like that!”
Hmmm… memang sih, kesannya picky bgt.

But believe it or not, I did find the perfect guy who matched it. Kalo diliat dari luar we’d look like a great couple. Almost. Kenapa almost? Karena ternyata gw ngerasa ada satu hal penting yang kelewat… comfort.

In the other hand, I met a guy who completely different in most aspects of my life termasuk kriteria-kriteria yg udh gw sebutin td. And I guarantee other people would judge me if I dated that guy. Kita beda banget. Even buat ngaku suka pun gw masih takut dengerin apa kata orang. But we have one thing powerful in common…. ya comfort itu tadi.

Hmmm…. sebentar… sebentar…

Kok??
Gw jadi bingung.
Ada yang salah tampaknya. Salah di otak gw atau gimana?

Jadi yg mana dong yg bener??
Pedoman gw ttg cinta jd ngeblur lagi.
Wahh, terlalu banyak merumuskan teori tentang cinta gak baik juga ya.
Kaya bumerang, it’ll hit us hard back in the face. Oouuuch…

Ternyata…
Gw jd tau kalo Cinta itu kadang menyebalkan karena dia bersifat absurd, bizzare, and irrational alias gak mudah ditebak jatohnya sama siapa dan dimana.

Kemudian…
Seiring bergantinya hari dan kejadian-kejadian kecil yg gw alami, gw juga mulai sadar bahwa cinta itu gak tumbuh dan berkembang secara otomatis.
It takes conscious practice and awareness. Harus ada keinginan, kesabaran dan kerja keras antara kedua belah pihak.

Sekarang…
Kalau mau bicara tentang cinta, pedoman gw adalah:
You come to love not by finding the perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly.

Sekian.


Responses

  1. finally anid wrote about love in her blog..
    panjang juga klo mau berkomentar.. mau nyela tapi ga tega, mau ngeledek takut kesinggung, tapi begitulah anid berceritatentang cinta, di mana dia telah menyadari “Cinta itu kadang menyebalkan karena dia bersifat absurd, bizzare, and irrational alias gak mudah ditebak jatohnya sama siapa dan dimana”, if that is rational so there is not love.. there is the unique of love. but if you believe to the power of love, it can change anything.. overall good opiniion..
    sukses buat anid dalam pencarian dan penantian cintanya. Cinta tak pernah datang terburu-buru atau terlambat cinta selalu datang tepat waktu..

  2. Oke, kayaknya saya tidak perlu menulis terlalu banyak, mengingat teknologi esia yang memungkinkan saya untuk berkomunikasi dengan mbak ini menjadi terlalu sering, hahaha….
    Tau ga, buat saya cinta sih masih pake nalar….tentunya dia adalah orang yang sesuai. ya range umur, ambisinya, pandangannya, pekerjaannya dan yang lain lain yang masuk akal. ( apalagi mengingat umur kita yang makin nambah,tentunya bukan high school lover lagi kan?)

    Hemmm. makanya gw ga pernah beneran jatuh cinta yahh???
    weird.

    CHY-me

  3. Anid ngomong cinta? hehehe… intinya ati ati nid milih pasangan idup… kadang keinginan ga sesuai kenyataan eh kebalik ya? whatever… memilih pasangan hidup itu susah2 gampang, yg jelas selektif bukan berarti mencari kesempurnaan tetapi mencari yg pas…pas di banyak hal…saran buat anid cari yg penyayang…sabar…manut…ga neko2…setia…tapi tegas…hehehe,physically up to yours… Gudlak Nid,ga usah takut jalani aja…

  4. huhuhu huahahaha

    terimakasih atas komentarnya hai tiga orang temanku yang notabene masih pada jomblo juga.

    Yang pasti masalah cewe pd umumnya adl memisahkan chemistry+rasa sayang sama rasionalitas.

    That would made me so fucked up!

  5. love is unrational and Unreasonable so don’t make you sick to thing about that, found someone to love is the 2nd greatest happines what you should got in this life..

  6. ooooow imam….
    So sweeet…

    Bener, seru lagi galau2 sendiri kalo malem sambil dengerin Frank Sinatra (jijay deh)… sumringah kalo kita dapet perhatian lebih, kepikiran terus berhari-hari… Miris karena cinta kita gak kesampean atau gak berbalas seperti yg kita bayangkan…

    Life isn’t always as perfect as we’re expected.

    Life’s sucked. You’ll love it🙂

  7. sebenarnya ga ada sakit, pedih, ataupun desperate dalam bercinta semuanya indah.. bahkan rasa sakit itu bagian dari keindahan dalam percintaan, jadi nikmatin semua saat2 itu, mungkin itu terakhir kali kita merasakannya, “telah kutemukan definisi lain dari cinta, makna nya tak agi berasal dari pertemuan2, tapi rasa rindu ini yang membuatku bahagia”

  8. cinta kadang ngga bisa digambarkan dengan logika, maka ada ungkapan “ Love is Blind ” right..?

    klo kata mba agnes mah “cinta itu kadang2 ga ada logika”

    modus ponen…. podue tollens….
    entah dengan modus apa kusingkap
    logika hati…..

    cinta juga ga bisa digambarkan dengan rumus matematika.. (coba tanya mas2 yg di film Numbers, bisa ga dia merumuskan cinta.

    atau rumus ini berlaku di dunia percintaan??

    cosinus kuadrat cinta ditambahkan dengan sinus kuadrat rindu
    sehingga akan menghasilkan 1 ketetapan idaman hati apabila. (cos^2 + sin^2=1)

    tanya mengapa??

  9. Anjriiiiittt!!!

    Agak jijik sih gw bacanya Mam.

    Intinya mah, kita harus siap atas semua konsekuensi dr setiap ucapan dan tindakan yg kita perbuat.
    Termasuk dengan doing nothing.
    Betul begitu pak?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: