Posted by: nidnod | May 1, 2007

Don’t Judge A Book By Its Cover

Well, for my case…
Don’t judge me based on my face.

Judes, jutek, sinis, dingin, menyebalkan….
Huahahaha pasti banyak yang ngangguk-ngangguk diluar sana.
Damn you. Damn all of you…

Ya mo gimana lagi bo, udah cetakan dari sononya kaya gini…
Gw emang dikaruniai mata cantik yang kalo ngelirik bisa merobek kertas lebih tajam dari silet. Hmm… berlebihan ya bagian merobek kertasnya…

Si ‘Nda kemaren-kemaren ini baru cerita, ternyata waktu dia awal-awal pindah ke kost Ci8 dia tuh benciii banget gw.
Katanya :
‘di kost baru ada cewe yang jutek dan gak mau diajak senyum…!’

Nah, itu baru namanya berlebihan. Gak mungkin lah orang senyum masa gak dibales.
Kata mama kan gak sopan.


Atau jangan-jangan kalo menurut gw gw udah senyum selebar dan semanis mungkin, orang ngeliat garis bibir gw masih melengkung ke bawah kali ya?
Yaaah itu kan bukan salah gw dong kalo loading dari niat ke muka agak lama…!!

Trus, siapa tau kalo orang nganggep lirikan mata gw sinis bisa aja kan saat itu gw lagi laper-lapernya. Tau ungkapan jangan ganggu singa lapar kan?
Don’t you know that female lion is far more dangerous? Auuuum….

Kalo yang ini sih paling masuk akal dan sering terjadi. Apalagi gw jarang sarapan dan makan malem.
(wah curiga bnyk comment gak bener abis ini…)
Anyway,
Based on experiences of being judged repititiously, for me, judgement is the most unfair and meanest thing to do on socialization. I hate it when people do that. You really can’t judge someone based on something you don’t even know well. Kalau sudah berteman pun jangan pernah memberikan penilaian akan sikap orang yang gak sejalan sama kita.
Kenapa?
Pertama, deep down, tiap orang pasti punya alasan kenapa mereka melakukan hal itu. Dengerin dulu alasannya apa baru beri komentar (itupun kalau diminta).
Never, never say that’s the right thing to do nor the wrong one.
Kita tau apa sih tentang benar atau salah.
Lagipula kita gak pernah tau pengalaman apa yang mendorong orang berbuat hal yang gak kena di pikiran kita. Mungkin sesuatu yang kita sendiri belum pernah rasakan sebelumnya kaya didikan keluarga yg berbeda, trauma waktu kecil, atau masalah dengan orang tua mungkin…
Sebagai contoh, kan sering tuh ada orang yang suka nuduh orang lain:
“ih dia tuh tajir tapi pelit deh”
Coba dilihat lagi, pelit, hemat, irit, atau udah punya perhitungan sendiri ttg alokasi duitnya?
Percayalah, kadang-kadang orang dengan segudang barang branded di tubuhnya belum tentu duitnya lancar juga. Bermobil tp gak mampu beli bensin ya sarua keneh… Atau mungkin kalimat yang bener…. ‘gak mampu beli bensin karena buat beli mobil’ huahahaha…
Coba deh melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang biar kita bisa memberi penilaian yang lebih adil.
Remember!! Watch your tongue, watch your mouth… Koreksi diri sendiri dulu sebelum kita mengoreksi orang lain.

Responses

  1. Hihihi.. anid mancing2 nih, nunggu ya nid? hahaha.
    Okey, agak panjang tapi ya..

    Judgement/penilaian, adalah output keputusan dari agregat berbagai input informasi yang masuk ke otak manusia, informasi berupa pengalaman dan pengamatan. Manusia melakukan judgement sehari2, krn judgement kita bisa menentukan jurusan yg kita ambil, memilih kos2an, memilih pekerjaan, dll. Maka judgement itu sangat manusiawi.
    Judging someone juga sering kita lakukan, yang menentukan misalnya dalam memilih teman, memutuskan seseorang menjadi pacar atau isteri, dll. Semua itu based on experienced and observation.
    Si A yang baik2, diberi pilihan 2 tempat untuk mencari pasangan hidup, yaitu di kampus atau di diskotik. Kemungkinan besar si A memilih kampus krn lebih aman, ia melakukan judgement bahwa sebagian orang di diskotik itu tidak baik, padahal belum tentu. Ia menyatakan itu berdasarkan informasi yang sebelumnya tertanam di otaknya.
    Norma-norma yang berlaku umum di masyarakat adalah salah satu informasi yang tertanam di kepala manusia. Jika kita hidup di masyarakat yang baik, disarankan untuk tidak mencoba hal-hal yang tidak sesuai norma. Mereka tidak akan bertanya sebab-sebab kita melakukan itu sebelum melakukan judgement. Tetapi itu pilihan, sejatinya masyarakat pun tidak bisa ikut campur urusan hidup kita karena mereka tidak tahu latar belakang perjalanan hidup kita.
    Ada satu contoh ekstrim: teman saya bilang, di daerahnya, perempuan diatas jam 11 malam masih diluar itu bisa ditawar.
    Contoh lagi : Sarah amalia pergi ke bali untuk nonton salah satu band tanpa seizin ariel, disana sarah mungkin cuma ngobrol2 biasa dgn personilnya karena teman lamanya. Namun apa judgement dari masyarakat dan infotainment? Sudah ditanyakan pun judgement nya masih negatif. Well, it’s natural behaviour anyway.
    Jadi kata2 pepatah “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”, bisa dijadikan salah satu referensi. Alam tak bisa dilawan, tetapi melawan juga adalah pilihan, kalau kita siap menerima segala resikonya.

    Kesimpulan: tidak ada yang salah dengan judgement, selama kita masih berwujud manusia, bukan malaikat. O:)

  2. I’m not saying that people cant give any judgement at all…

    Everybody judges.

    Tapi seiring berjalannya waktu, gak semua orang masih menjunjung tinggi setiap norma2 kebaikan yang pernah diajarkan oleh kita. Karena berbagai sebab yang kemudian berkembang menjadi prinsip hidup masing-masing yang tentu tiap orang berbeda.

    Prinsip itu akan jadi suatu hal yang sifatnya sensitif untuk dibicarakan dan gak akan pernah ada habisnya.

    Kalo belom kenal orangnya, just don’t say it frontal and out loud without being asked what our opinion is. Because that’s the polite thing to respect other people’s view.

    Kecuali kalo emang suka debat buat mempertahankan pendapatnya ya monggo. Kalo gw sih males hehehe…
    Cinta damai… piss!

  3. wis to…dari kemaren niy anak ribut muluk…dirikuwh tau kalian sering berseberangan tapi mbok ya kolo-kolo (basa apa tuh?) piss… hehehe… bagus kok NId…mari kita ambil jalan tengah n coba tuk lebih bijak…memang Anid bener jgn ngehakimin dulu sebelum bener bener tau bener…n rizky juga bener kalo pendapat banyak org (lingkungan red) bisa merupakan norma yg harus juga kita anut…dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung…kalo ga pengen dapet judgement yg ga enak ya hormati norma disitu maka semua akan aman,rite? now penghakiman seseorang sangat dipengaruhi oleh hasil survey tertinggi…tidak semua orang di diskotik itu “mendhem” atau mabuk…tapi kebanyakan iya…setan dalam artian buruk itu selalu lebih menang dalam judgement…seandainya akuwh masuk diskotik n geleng2 disana…apa yg kalian pikir?”wah…saman lagi ON!!” SALAAAAAAAAAAH… padahal aku lagi DZIKRULLAH… nyebut nama Allah dengan sangat kusyu sehinnga gak sadar…tapi apa ya ada org yg percaya? bisa aja aku bilang “whatever they said…I’m still on my way…n they have no right to judge me…the only one knows what have i done…only me…n Allah”!!! itu bener tapi EGOIS…so? kesimpulan yg sementara bisa ku ambil adalah… patuhi norma…jgn egois…beri hormat ma org laen maka org laen akan hormat juga…so negative judgement jarang2 bahkan ga pernah nyanthol ke kita…OK…I’m only human…kebenaran yg hakiki adalah milik Allah semata…nice to have friends like u…luv u all…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: