
Belom pernah ada yang ngangkat tema ini kan di blognya…
Huehehehe…
Walaupun fenomena ini mungkin masih kurang familier di kehidupan nyata kita sehari-hari, but did you ever catch yourself thinking that your friend, or a random guy you pass on the street is gay?
Kaya tiap gw ke Olala Dago yg katanya emang tempat nongkrongnya gays and lesbians, I can’t help but noticed every single group hanging out there. Gw perhatiin cara berpakaiannya, cara bicaranya, sampai cara mereka menyentuh lawan bicara mereka saat mereka berbicara. Bukan bermaksud offense atau mendiskreditkan komunitas itu, I just want to practice my ‘gaydar’. Tau gaydar kan? Gaydar atau gay radar adalah insting alamiah kita yang membantu kita ngasih tau whether a guy is straight or gay.
But tell me, kalo lo sendiri, how can you tell that someone’s gay? Apa yang menyebabkan pertanyaan itu muncul dikepala lo? Apakah karena dia punya girly appearance and manners? Kibasan tangan a la mbak2 (atau mas2?) salon? Atau banyaknya penggunaan kata-kata dalam kamus gaul Debby Sahertian?
Susah juga lho, soalnya kadang-kadang cowo2 yg girlish juga heterosexual. I remember having a friend, who was best friend of girls, behaving like a little girl, loves shopping and adore branded item but he was not gay at all (well at least back then he wasn’t gay, gak tau sekarang hahahaha). Tapi fakta bahwa kelakuannya yang seperti itu membuat cowo-cowo jd jaga jarak karena takut akan terjadi sesuatu yang diinginkan hehe… Padahal karakter asli temen gw itu sangat menyenangkan. Sayang aja udah ke-judge duluan.
Beda sama cowo yang ketakutan, gw sebagai cewe justru seneng loh punya temen gay. Pernah denger istilah “gay is a girl’s best friend” kan?
Gw punya beberapa temen gay (walaupun gak semuanya ngaku). Gw nyaman berteman dengan mereka mungkin mostly becoz he can expresses his feelings freely like most of us girls do, gak jaim dan sok cool jaga ekspresi kaya cowo; Vulnerable and sensitive, always listen while we’re talking but still has men’s logic and rationality; Know lots of girly stuffs more than we do (temen yg asik buat creambath bareng); Rame; Meriah; Suka mijetin kalo kita lg capek; Dan yang paling penting, he’s our safe zone! kita bisa punya hubungan sedekat apapun tanpa ada rasa takut dia bakal suka sama kita, yang mungkin bisa menghancurkan hubungan persahabatan yang ada. suatu common problem yang sering kita temukan pada typical man and woman relationship.
Hmmm, see…, it’s not that bad having gay guy in our community right? Aterall they’re still humanbeing just like we do.
J
udge your self before you judge them.